Mesjid Nurul Jadid
Peternakan BIB Tuah Sakato, Jln Pahlawan no 33, Ibuah, Payakumbuh, sumatera Barat
Gedung ITC
Peternakan BIB Tuah Sakato
Jln Pahlawan no 33, Ibuah, Payakumbuh, sumatera Barat
Semua berawal dari perkenalan sederhana di awal bulan November 2022. Adik sepupu abanglah yang pertama kali mempertemukan kami lewat sambungan telepon. Saat itu, tak ada yang menyangka percakapan singkat itu akan menjadi awal dari kisah panjang penuh cinta dan doa. Tak lama berselang, tepat pada 16 November 2022, abang Riyan mengambil cuti dari Bandung dan pulang ke Sumatra Barat. Pertemuan pertama kami terjadi di tempat yang sangat ikonik — Jam Gadang, Bukittinggi. Aku masih duduk di bangku kuliah semester 3, sementara abang datang bersama adik sepupunya. Hari itu, mereka berniat berkunjung ke rumahku di Payakumbuh untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Pertemuan itu sederhana namun hangat. Ayah, yang saat itu masih ada, menyambut abang Riyan dengan penuh keramahan. Di ruang tamu kecil itu, ayah banyak berbicara tentang diriku — mungkin sebagai bentuk kasih seorang ayah yang ingin mengenalkan anak gadisnya. Dan di akhir pertemuan, dengan hati yang tenang dan bahagia, ayah menerima abang dengan penuh keikhlasan. Tepat pukul sepuluh malam, abang dan sepupunya pamit pulang.
Keesokan harinya, abang menghubungiku. Dengan nada suara yang tulus, ia menyampaikan niat baiknya — ingin berkomitmen dan menjalani hubungan yang lebih serius. Saat itu juga, aku menerima niat baik tersebut, dengan keyakinan bahwa niat yang datang dari hati akan selalu menemukan jalannya.
Seminggu setelah berkunjung ke Payakumbuh, abang kembali berdinas ke Bandung. Dari situlah kisah LDR kami dimulai. Meski jarak memisahkan, kami berdua sepakat untuk saling menjaga, saling percaya, dan berkomitmen sepenuh hati. Hari demi hari berlalu, penuh cerita — tawa, rindu, bahkan air mata. Setiap perbedaan kami selaraskan, setiap rintangan kami hadapi bersama. Kami percaya bahwa setiap ujian bukan untuk memisahkan, melainkan untuk menguatkan. Sebab cinta bukan hanya tentang dua hati yang bertemu, tapi juga tentang dua keluarga yang akan disatukan. Tidak mudah memang. Tapi dengan kesabaran, pengertian, dan niat tulus dari awal, hubungan kami tumbuh semakin kuat.
Hingga akhirnya, di awal tahun 2025 — tepatnya pada 26 Januari, kami resmi bertunangan. Hari itu menjadi bukti nyata bahwa cinta yang dijaga dengan kesungguhan akan sampai pada waktu yang tepat. Kini, dengan penuh rasa syukur, kami sedang menapaki langkah menuju gerbang pernikahan di akhir tahun ini. Semoga perjalanan panjang yang dimulai dari perkenalan sederhana lewat telepon ini menjadi awal dari kisah seumur hidup yang penuh cinta, keberkahan, dan kebahagiaan.
Jika memberi adalah tanda kasih anda,
anda dapat memberikan hadiah secara cashless ke rekening mempelai